Nah, berkenaan dengan penjenjangan (ini bahasa gue sekarang, dulu sih bisa disebut OSPEK, MOS, atau apa lah), gue pengen sharing sesuatu aja. Dulu gue termasuk salah seorang yang menganggap penjenjangan itu nggak penting. Bentak-bentakan, suruh nyari tanda tangan, dikerjain, apa banget deh.. bete kan kalo digituin. Tapi gue bukan tipe idealis yang mengkritik hal itu terang-terangan, atau tidak mengikutinya sekalian. Karena gue udah bilang gue ini Phlegmatis sempurna dulunya, jadilah gue mengikuti penjenjangan-penjenjangan semacam itu dengan nurut, meski lain di hati.
Sekarang, gue sedang berada di tengah penjenjangan jurusan, jadi siapa yang mau masuk himpunan jurusan gue itu, ya harus melewati proses penjenjangan ini. Dan saat itu, tepatnya setelah sesi sharing kemaren malem, gue mendapatkan suatu pencerahan--rupanya, penjenjangan itu penting banget.
Gue udah pernah bilang gue adalah mahkluk yang tengah bertransformasi--yang tadinya ansos jadi peduli, yang tadinya normal jadi sinting--dan transformasi itu membuat gue semangat banget mengikuti penjenjangan. Penjenjangan ini nggak gue ikuti atas dasar ikut-ikutan kayak dulu, tapi dengan motivasi dan komitmen yang harus gue jaga.
Sering banget dulu gue bete sama sistem kaderisasi yang yang dibentak-bentak, ditekan, dan kawan-kawannya. Gue pikir, 'ih, gak penting banget deh lo ngebentak-bentak'. Gue juga sering berpikir, kenapa nggak kita diorientasi dengan cara baik-baik aja, normal-normal aja, tanpa harus dibentak-bentak... dan akhirnya, saat sharing kemarin malam, gue mendapatkan jawabannya.
Bagian bentak-bentakan itu, bagian penekanan itu, adalah bagian dari pelatihan untuk diri kita sendiri. Kita harus mendobrak diri, begitu kemarin istilahnya. Maksudnya, kita harus mendobrak rasa takut kita itu. Kita harus berani menghadapi tekanan. Soalnya, ketika kita nanti terjun ke masyarakat, nggak semua orang akan ramah pada kita. Nggak semua orang akan baik-baik sama kita. Gimana kita mempertahankan argumen ketika di bawah tekanan atasan kita nanti pas kerja? Gimana cara kita menghadapi suatu keadaan yang salah dan ingin menyampaikan pendapat kita yang benar? Nggak selamanya kita berada di zona aman. Nggak selamanya kita bisa menghindari konflik. Karena itu, 'simulasi' seperti ini yang kita butuhkan.
Intinya sih, gue nggak mau setengah-setengah kalo pengen berubah. Gue seneng banget karena ternyata di mata temen-temen gue, gue adalah orang yang 'sinting'--karena bagi gue, itu artinya gue udah berhasil mendobrak diri gue yang pendiem. Nah, makanya sekarang gue juga mau mendobrak diri gue yang nggak inisiatif--gue pengen mencoba aktif, melawan tekanan danlap, dan mencoba membela apa yang menurut gue benar.
Simpulannya, jadikanlah segala proses yang kita alami sebagai pembelajaranan. Seperti poin nomor dua janji peserta penjenjangan IMA-Gunadharma 2009:
"Pembelajaran adalah proses tiada henti, untuk itu kami berjanji akan belajar sebanyak-banyaknya dari proses ini, dan mengabdikannya di kemudian hari."
z-hard, yang sebenarnya rada kewalahan sama tugas penjenjangan. Tapi selama dikerjakan bersama-sama, itu menyenangkan










mind to share??>>>
>w<
uoo... org hebat nih,
ku watch yaa!!!
--
"Every lie contains a truth, and every truth contains a lie."
--
"After the darkest night, morning will always come"
-AWACS Ghost Eye
-Ace Combat 6: Fire of Liberation
Visit Indonesia >XD
~indonesia
--
^______^
..(-____-) .... don't worry be happy!
0.............0
_//----- \\_
--
Sebuah negara tidak akan berubah jika rakyatnya tidak berusaha untuk berubah pula. Hidup =indonesia!
Merdeka atau mati!!
--
^______^
..(-____-) .... don't worry be happy!
0.............0
_//----- \\_
--
Try to be chill...
Haha, iya nih, udah lama nggak nge-Harpot. Saya sekarang bikinnya doujinshi Tsubasa Chronicle, dan sedang dalam rencana bikin doujinshi Suikoden II.. mungkin lain kali bisa nge-harpot lagi, hahahaha
--
Sebuah negara tidak akan berubah jika rakyatnya tidak berusaha untuk berubah pula. Hidup =indonesia!
Merdeka atau mati!!
--
Try to be chill...
Previous Page12345...Next Page